Depan Profil Sejarah Desa Karoya

Sejarah Desa Karoya

ASAL – USUL DESA KAROYA

Dikisahkan zaman dahulu ada sebuah desa yang diberi nama Desa Palembang Girang. Desa tersebut memiliki wilayah yang sangat luas dibandingkan dengan desa – desa lain. Desa Palembang Girang ini wilayahnya terbelah oleh sebuah sungai, yaitu Sungai Cisande.

Pada zaman tersebut dikisahkan banyak warga yang kurang perhatian dari pimpinan desa tersebut (Juragan Kuwu), oleh karena itu warga yang berada di sebelah selatan Sungai Cisande mendesak untuk adanya pemisahan (Pemekaran) untuk membentuk Desa baru.

Dengan hal itu para sesepuh desa tersebut melaksanakan musyawarah dengan bahasan permintaan warganya yang berada di sebelah selatan Sungai Cisande. Alhasil musyawarah tersebut memutuskan bahwa Desa Palembang Girang akan di pekarkan menjadi 2 desa dengan batas utama yaitu Sungai Cisande, dan hasil tersebut disambut baik oleh warga Palembang Girang yang berada di sebelah selatan sungai Cisande.

Masalah baru timbul kembali ketika Desa tersebut telah menjadi 2, para sesepuh desa dituntut untuk segera memberi nama 2 Desa tersebut. Menaggapi hal tersebut sesepuh desa tersebut kembali melakukan musyawarah yang bertujuan pemberian nama untuk 2 desa tersebut.

Menurut sejarah, musyawarah yang membahas pemberian nama 2 desa tersebut menghasilkan kesepakatan. Bahwa untuk permberian nama 2 Desa tersebut musyawarah harus dilaksanakan di pinggir Sungai Cisande, dengan tujuan perberian nama 2 desa tersebut akan menggunkan simbol – simbol yang ada di sekitar Sungai Cisande.

Alkisah para sesepuh telah mendapatkan simbol – simbol tersebut. Simbol yang pertama adalah sungai yang memisahkan Desa tersebut, yaitu Sungai Cisande dan simbol yang kedua yaitu sebuah pohon yang berdiri di pinggir Sungai Cisande yaitu pohon Kedoya.

Setelah simbol – simbol tersebut disepakati maka menghasilkan keputusan sebagai berikut :

  1. Bilamana pohon Kedoya yang tumbuh dipinggir sungai Cisande tersebut tumbang ke salah satu Desa tersebut maka desa tersebut akan diberinama Desa Karoya
  2. Desa yang tidak timpah tumpangnya pohon kedoya akan diberi nama Desa Susukan yang diambil dari bahasa Jawa (Sungai dalam bahasa Jawa yaitu Susukan)

 

Singkat cerita pohon Kedoya tersebut tumbang ke sebelah selatan Sungai Cisande, dengan hal itu bahwa Desa yang berada di sebelah selatan Sungai Cisande resmi diberi nama Desa Karoya sampai sekarang dan Desa yang di sebelah Utara Sungai Cisande resmi diberi nama Desa Susukan sampai sekarang.

Demikian cerita singkat tentang  asal – usul Desa Karoya yang bersumber dari para sesepuh Desa Karoya yang masih hidup.

 

KEHIDUPAN MASYARAKAT DESA KAROYA

Desa Karoya merupakan wilayah Kabupaten Kuningan yang termasuk wilayah Kecamatan Cipicung dengan luas wilayah ±154.000 m2 / 15,4 Ha dengan batas – batas wilayah sebagai berikut:

Barat     : Desa Kertayasa

Selatan  : Desa Muncangela

Timur     : Desa Susukan dan Desa Dukuh Dalam

Utara     : Desa Susukan

Desa karoya terbagi menjadi 5 wilayah atau Dusun, Pada dusun - dusun tersebut dikepalai oleh masing – masing kepala dusun, yaitu dusun 1 sampai dengan dusun 5. Desa Karoya memiliki 9 Rw dan 19 Rt, selain sebuatan dusun ada pula sebutan nama lingkungan dari zaman dahulu yaitu, lingkungan pabrik, lingkungan Cipinang, Dayeuh, Hulu dayeuh, Ciloa, dan Wirarangan.

Desa karoya merupakan sebuah desa yang 30% jumlah penduduknya merupakan sebagai perantau. Penduduk yang berada di desa sebagian besar mata pencahariannya sebagai petani, sebagian kecil menjadi pegawai. Kegiatan pertanian yang dikelola oleh masyarakat desa karoya diantaranya, menanam padi dan ubi jalar. Pasang surut keberhasilan dalam bertani sudah sangat dipahami oleh mereka, dan pola tanam di pertanian adalah sebanyak 2 kali dalam setahun.

Selain bertani, dalam mencari tambahan pernghasilan mereka juga berternak domba untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tapi dalam beternak tersebut sipat hanya sebagai sampingan tiadak seperti peternak –pertnak lainnya.

Masalah karakter masyarakat desa karoya masih menjungjung tinggi adat ketimuran  dalam arti masih bisa mempertahankan budaya gotong rayong,tolong menolong  dan hormat menghormati.

Desa Karoya untuk tingkat ekomoni masyarakat nya masih kategori ekonomi menengah keatas,tetapi angka ekonomi bisa masuk ke angka 65 % sejahtera

Desa karoya adalah salah satu desa yang sangat di sukai oleh para pendatang dari berbagai daerah,ini bisa di buktikan dengan banyak orang yang sudah menikah dengan orang karoya,mereka lebih memilih untuk tinggal di desa karoya.

Desa karoya bukan lah desa yang terlihat sibuk dengan aktifitas bisnis tetapi desa karoya adalah desa yang nyaman dan sejuk untuk beristrirah,lebih – lebih jika para perantau datang dari luar kota,mereka sangat memanfa’atkan kesejukan dan kenyamanan desa karoya

Masyarakat desa karoya untuk masalah tingkat beribadah masih sangat bagus terlihat banyaknya majelis taklim – majelis taklim yang aktif menjalan kan kegiatan keagamaan di setiap mushola yang ada di wilayah desa karoya

Demikain cerita singkat tetang Desa Karoya yang sangat kami cintai,dan selamanya akan kami jaga sebagai desa yang nyaman dan sejuk